You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Desa Ganjar Sabar

Kec. Nagreg, Kab. Bandung, Prov. Jawa Barat
Info
WILUJEUNG SUMPING DI WEB DESA GANJAR SABAR - SAMPURASUN - GANJAR SABAR BERKAH, MANDIRI, BERDAULAT, ADIL DAN MAKMUR ------ Visi dan Misi Desa Ganjar Sabar ------

PEMBANGUNAN GORONG-GORONG RT 03 RW 08


PEMBANGUNAN GORONG-GORONG RT 03 RW 08

Nagreg - Pemerintah Desa Ganjar Sabar saat ini masih terus mengupayakan pembangunan yang merata dan memadai salah satunya adalah insfastruktur. Selain insfastruktur, hal yang perlu diperhatikan juga adalah selokan untuk akses pembuangan saluran air.

Semakin berkembangnya suatu daerah, lahan kosong untuk serapan air alami akan semakin berkurang dan mengakibatkan kelebihan air sulit terbuang, jika kelebihan air di suatu kawasan atau lahan tidak dapat di alirkan, tentu akan menyebab kan genangan yang mengganggu aktivitas masyarakat. Oleh karenanya, dalam suatu penataan suatu daerah dibuatlah saluran drainase yang bertujuan untuk menjaga air permukaan tetap terkontrol.

Salah satu faktor pendukung lainya yaitu gorong-gorong, gorong-gorong adalah bangunan yang dipakai untuk membawa aliran air baik baik untuk saluran irigasi atau pembuangan yang melewati bawah jalan. Gorong-gorong mempunyai potongan melintang yang lebih kecil daripada luas basah saluran hulu maupun hilir. Sebagian dari potongan melintang mungkin berada diatas muka air. Dalam hal ini gorong-gorong berfungsi sebagai saluran terbuka dengan aliran bebas.

Dengan adanya hasil dari aspirasi warga Desa Ganjar Sabar yang dirembugkan pada musrembang tahun 2021 yang telah disepakati dengan penggunaan anggaran dari ketahanan pangan, sebesar 90 juta.

Per tanggal (3/10/2022) menjadi awal pembangunan oleh masyarakat Desa Ganjar Sabar yang berloksi di Kampung Kebon Kalapa Rt 03 Rw 08. Menurut penuturan dari prangkat desa, Bapak Umar Hasanudin,SH “Pembuatan gorong-gorong ini dilatar belakangi oleh tidak adanya saluran air, sehingga apabila terjadi hujan dengan curah yang cukup lebat mengakibatkan air menguap dan naik kepermukaan jalan lalu menyebabkan banjir, yang lebih parahnya lagi mengingat lokasinya berada di tengah tengah perkampungan sehingga dengan tergenang nya air membuat aktivitas warga terganggu,” ungkapnya.

Gorong-gorong ini dikerjakan selama kurang lebih 18 (delapan belas) hari, lalu didiamkan sekitar 6 (enam) hari, untuk kemudian kembali dibuka untuk umum (pengguna jalan kaki).

 

Bagikan artikel ini:
Komentar